Menikmati Soto Sekengkel di Warung Soto Sekengkel Pak Jhon’s

By : Administrator, 29-10-2010

Disajikan Hangat, Gurihnya Kuah Bercampur Sekengkel

Soto sekengkel berbeda dengan soto lainnya. Soto khas Banyumas ini menggunakan daging sapi yang tidak biasa yang menjadi ciri khas dari Warung Soto Sekengkel Pak Jon, di Kemranjen, Banyumas.

Hening Prihatini, Purwokerto.

Ada yang berbeda dengan soto sekengkel dari soto lainnya. Dalam semangkok soto ini, konsumen dapat menikmati daging sapi yang dipadukan dengan gurihnya kuah sumsum. Daging sapi yang digunakan juga bukan daging sapi sembarangan. Pada soto ini, daging sapi yang digunakan adalah daging kaki sapi atau sekengkel. “Nama “sekengkel” yang melekat pada soto ini berasal dari bahasa Belanda,” kata si pemilik warung,Tarjono Wignyopranoto.


Pak Jon, sapaan akrab Tarjono, menambahkan bahwa dia punya alasan tersendiri memilih daging sekengkel sebagai menu utama di warungnya. Daging tersebut ternyata bisa mengurangi sakit magh. Sumsum yang dimasak bersama kuah soto tersebut juga sangat baik bagi pertumbuhan terutama anak-anak.

Selain kuah sumsum yang gurih, soto ini disandingkan dengan sambal kacang berbumbu khusus sehingga nikmatnya soto bertambah. Menyantap semangkok soto ini sudah cukup mengenyangkan perut karena daging sekengkel yang disajikan cukup banyak. Namun, bagi konsumen yang ingin menyanding makanan berkarbohidrat, warung ini menyediakan kupat sebagai pelengkap makanan.

“Sotonya juga tidak dicampur dengan kupat dan sambalnya. krupuknya pun dipisah. Biar pembeli lebih puas mengambilnya. Sesuai ukurannya masing-masing,” ujar pak Jon yang berkumis.

Bukan hanya soto sekengkel yang dijual di warung ini. Soto granat, soto torpedo dan soto daging pun tersedia. Ada pula soto neko-neko. Soto ini merupakan campuran dari semua soto yang dijual di warung yang terletak di jl. Raya Karangrau, Banyumas. Bumbu serta cara masak soto yang dipertahankan sejak semula oleh pak Jon membuat menu andalan warung ini dicari oleh penikmatnya.”Masaknya pakai kayu. Dari dulu sampai sekarang,” tegasnya.

Untuk menikmati soto-soto andalan warung ini, harga dibandrol Rp 8 ribu-Rp 16 ribu. Jika ingin tambah kupat, pembeli hanya menambah Rp 500 saja.

Warung yang buka mulai pukul 08.00-18.00 ini juga didesain unik. Pertama masuk ke dalamnya, kendi-kendi tanah liat tersedia di setiap meja bundar. Diantara meja bundar yang disusun sebelah kanan dan kiri ruangan, terdapat meja panjang dengan kursi berjajar rapi. Lantainya memang sengaja tidak diubin. Tatanan ruang tersebut sengaja digunakan si pemilik warung untuk menambah suasana tradisional yang ia inginkan. (*)
Sumber :
http://www.radarbanyumas.co.id/index.php?page=detail_kuliner&id=174

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s